Skip to main content

Cinta?

Mungkin ini cinta :v


Assalamualaikum wr.wb.

Cinta adalah hal abstrak yang sulit untuk didefinisikan dengan pasti. Setiap orang dengan pemikirannya punya definisi sendiri tentang cinta. Ada yang menjelaskannya sebagai kesetiaan, bahkan ada pula yang menjelaskan dengan hasrat seksual. Tidak ada yang salah dengan semua ini, semua orang berhak untuk mendefinisikan cinta. Tidak ada pula yang memiliki wewenang penuh untuk melegitimasi definisi cinta itu sendiri.

Salah satu definisi cinta yang paling umum adalah perasaan keterkaitan terhadap suatu hal. Entah itu pada manusia, hewan, tumbuhan, bahkan benda mati sekalipun. Namun kali ini saya akan membahas perasaan cinta pada manusia. Ketika seseorang sudah mencintai, akan muncul beberapa efek pada orang tersebut. Misalnya dengan selalu memikirkan atau muncul perasaan takut kehilangan.

Tentang takut kehilangan sendiri, ini seringkali menjadi senjata andalan para pecinta terhadap orang yang mereka cintai. Perasaan takut kehilangan seringkali dianggap sebagai cinta tingkat tinggi. Itulah kenapa beberapa orang akan melakukan apa saja untuk mempertahankan cintanya karena rasa takut kehilangan ini. Sekarang coba kita lihat apa yang membuat orang akan mengalami rasa takut kehilangan.

Seseorang merasakan cinta biasanya didapatkan karena kenyamanan selama bersama orang yang dicintai. Sehingga perasaan takut kehilangan akan muncul karena orang yang mencintai takut kehilangan rasa kenyamanan yang sudah didapatkan. Gejala seperti ini akan selalu dirasakan banyak orang. Tapi kemudian menjadi pertanyaan apakah ini benar-benar perasaan cinta?

Gejala seperti itu tentu tidak akan membawa pengaruh positif. Bahkan akan cenderung membawa pengaruh negatif pada orang yang mengalaminya. Perasaan cinta yang seharusnya memberikan kesejukan dan ketenangan, dengan keadaan seperti itu justru membawa manusia pada kondisi ketegangan.

Itulah kenapa terkadang kita tidak akan mampu membedakan antara perasaan cinta dengan gejala neurosis. Neurosis adalah gejala psikologi pada seseorang manusia yang akan merasakan cemas pada suatu hal sehingga akan melakukan apapun untuk menjawab kecemasan tersebut. Seseorang yang pada kondisi perasaan takut kehilangan akan selalu cemas pada pasangannya, sehingga dia akan selalu berusaha melakukan apapun untuk menjaga pasangannya tersebut. 

Gejala neurosis juga akan menciptkan ilusi pada orang yang mengalaminya. Perasaan "cinta" dengan rasa takut kehilangan pun seperti itu. Seorang yang merasakan "cinta" akan menghadirkan ilusi seolah apa yang dia lakukan adalah kebahagiaan. Seolah dia berada pada tahap kebahagiaan dari cinta sejati. Sedangkan ternyata apa yang dia rasakan adalah tidak lebih dari proses pengalihan dari rasa takut yang berlebihan.

Dengan ini, kita harus menyadari perasaan yang kita rasakan. Jangan sampai perasaan cinta kita selama ini adalah gejala psikologis yang harusnya itu tidak ada. Karena cinta seharusnya dijalankan dengan keikhlasan bukan dengan rasa cemas. Karena cinta hadir harusnya membawa kesejukan dan ketenangan, bukan malah perasaan takut dan saling curiga. 

Oke. Mungkin sampai di sini dulu untuk tulisan kali ini. Sekedar mengingatkan ini hanya opini belaka dari analisis saya yang hanya modal membaca dan tidak dengan penelitian yang sangat ilmiah. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalian yang selalu setia membaca blog ini (semoga kalian ada :v).

Untuk mengakhiri mungkin saya akan tutup dengan puisi dari seorang Sufi Jalaludin Rumi

Jika kau seorang pecinta,
Tinggalkanlah kesedihan,
Hilangkan pandangan kemegahan,

Jadilah lautan!
Buang saja perahu,
Jadilah semesta!
Tinggalkanlah alam.

Wassalamualaikum :)

Comments