Untuk memulai tulisan ini sepertinya saya tidak perlu untuk menjelaskan siapa itu Nissa Sabyan. Kalian tentu sudah tidak asing dengan sosok penyanyi wanita yang terkenal dengan lagu-lagu religinya ini. Baru-baru ini dia lagi banyak dibahas di jagat maya terkait masalah perselingkuhannya dengan Ayus. Kali ini juga saya tidak dalam rangka ingin membahas kronologi perselingkuhan mereka. Saya pikir itu adalah tugas dari media-media gosip semacam Lambe Turah. Titik fokus pembahasan kali ini adalah soal bagaimana masyarakat umum terkhusus netizen melihat permasalahan ini. Saat saya membaca berita terkait masalah perselingkuhan ini, fokus saya tertuju pada beberapa komentar netizen di dunia maya. Saya agak tertergun melihat komentar netizen yang menyerang Nissa Sabyan. Bukan soal kata-kata mereka terhadap Nissa Sabyan yang cukup kasar meskipun itu juga cukup menggelitik. Tapi hal yang membuat saya heran dan aneh adalah saya sama...
Assalamualaikum wr.wb Biasanya dalam menjalin sebuah hubungan, katakanlah pacaran atau apapun itu kalian menyebutnya, laki-laki akan selalu mengungkapkan perasaannya duluan dan itu dianggap sangat biasa. Sedang ketika ada perempuan yang menyatakan perasaannya duluan, mungkin sebagian dari kita akan menganggap itu aneh. Perempuan ketika menyatakan persaannya duluan dalam budaya masyarakat kita (Indonesia) akan dianggap tidak memiliki harga diri. Dalam budaya masyarakat kita perempuan dipercaya memiliki fitrah untuk harus selalu diam pasif menunggu. Anggapan ini dipercayai sebagai bentuk penghargaan diri terhadap perempuan. Seringkali kita mendapat analogi semisal, bahwa perempuan diibaratkan sebagai harta karun berharga yang jika ingin didapatkan harus dengan usaha penuh. Jadi jika perempuan menawarkan diri, ibaratnya mengurangi nilai dari harta karun tersebut. Akan tetapi, apakah itu bisa kita benarkan? Apakah kenyataannya seperti itu? Apakah pola pikir seperti itu tidak berangkat dari...